MAKALAH
ASPEK
SUMBER DAYA MANUSIA
DOSEN:
YAYUK SULISTIYOWATI, SE., M. SA
MATA
KULIAH : STUDI KELAYAKAN BISNIS

Disusun
oleh
HAMZAN
WADI
2013110023
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGA DEWI
MALANG
2016
KATA
PENGANTAR
Berkat puja suykur kehadiran Allah swt,karna limpahan berkat
dan karuniaNya penulis dapat menyelesean makalah Aspek Sumber Daya Manusia ini
batas kemapuan saya.dan jugak penulis terimak kasih kepada Ibu Yayuk
Sulistiyowati, SE., M. SA selaku dosen mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang telah memberikan tugas ini kepada
penulis.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna yang membaca
makalah ini sedangkan dalam rangka menabah wawasan serta pengetahwan kita mengenai Aspek Sumber
Daya Manusia, dan kalok ada kekurangan dari makalah ini mohon maaf
sebesarya-besarya.
Penulis
BAB I
I. Latar Belakang
Sumber
Daya Manusia (SDM) adalah salah satu aset usaha yang berharga, sebelum memilih
pegawai perhatikan masalah kepribadian, kesetiaan dan kemampuanya. Kalau usaha
kita masih kecil pilihlah pegawai yang serba bisa atau multitasking sehingga
kita bisa menghemat anggaran. Ada baiknya kita setidaknya mempelajari Manajemen
SDM mencakup pada kapabilitas dari manajer dan karyawan yang berada di proyek
atau usaha tersebut.
Penelusuran aspek manajemen ini akan dimulai
dari sisi yang paling dasar mulai dari karakter yang dimiliki oleh manajer dan
para karyawan yang terlibat disana hingga sampai dengan latar belakang
pendidikan dengan tidak mengecualikan kualitas universitas, institut, akademi
yang pernah dijalani.
Analisis karakter ini adalah untuk melihat apakah
mereka memiliki jiwa berwirausaha atau tidak, atau apa yang dilakukannya ini
lebih pada usaha ikut-ikutan karena melihat trend usaha yang berkembang pada
saat itu atau memang ia benar-benar memiliki konsep serta model pemikiran
berwirausaha. Adapun dari segi edukasi adalah menyangkut dengan wawasan dan
susunan administrasinya yang dimiliki sehingga itu akan terlihat kualitasnya
pada saat menjelaskan suatu masalah yang menyangkut dengan proyek atau usaha
yang sedang dirintisnya dengan kemampuan penjelasan yang jauh lebih sistematis
dan berbobot ilmiah, apa lagi jika pendidikan yang dimiliki adalah sesuai
dengan proyek atau usaha yang sedang dibangun.
II. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan sumber daya manusia?
2. Bagaimanakah pengembangan sumber daya manusia?
2. Bagaimanakah pengembangan sumber daya manusia?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sumber
Daya Manusia dan Pentingnya Mempelajari Manusia sebagai Sumber Daya
Pengertian Sumber Daya
Manusia menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1.
Menurut Hasibuan (2003, h 244) Sumber Daya
Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki
individu.
2.
Menurut Veithzal Rivai (2003, h 6) Sumber
Daya Manusia adalah seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha
pencapaian tujuan organisasi. Selain itu SDM merupakan salah satu unsur masukan
(input) yang bersama unsur lainnya seperti modal, bahan, mesin, dan
metode/teknologi diubah menjadi proses manajemen menjadi keluaran (output)
berupa barang atau jasa dalam usaha mencapa tujuan perusahaan.
Menurut Agus Sunyoto
(2008, h 2) mengapa kita harus mempelajari manusia sebagai sumber daya? Karena
manusia memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan suatu usaha.
Dalam organisasi usaha yang besar, modal yang besar, teknologi yang canggih,
sumber daya alam yang berlimpah tidak mungkin tidak mungkin dapat dieksploitasi
tanpa sumber daya yang diperlukan, yang memadai, yang mempunyai kemampuan dan
kompetensi untuk memanfaatkan sumber daya lingkungan.
a)
Sumber daya manusia adalah aset penting
dalam upaya peningkatan kualitas suatu masyarakat. Bahkan dalam sebuah struktur
organisasi atau kepemimpinan perusahaan misalnya, satu bagian khusus sengaja
dibentuk untuk bertanggung jawab mengatur dan mengeksplorasi sumber daya
manusia para anggota atau karyawan. Hal ini tentu karena hasil kerja dan karya
sangat ditentukan oleh kualitas SDM seseorang.2
b)
Perlunya sumber daya manusia dikelola
dengan baik karena manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap
kegiatan organisasi. Manusia adalah perencana, pelaku, sekaligus penentu
terwujudnya tujuan organisasi. Fungsi-fungsi dalam pengembangan sumber daya
manusia (Tjiptoherijanto, 1999:70-75) mencakup:
1.
Perencanaan (human resources planning)
yang sering diibaratkan sebagai inti manajemen sumber daya manusia, karena
perencanaan itu sendiri dapat mengurangi ketidakpastian diwaktu yang akan
datang. Fungsi ini berkaitan dengan kegiatan merencanakan sumber daya manusia
sesuai dengan kebutuhan organisasi.
2.
Pengorganisasian yang dilakukan untuk
mengatur/menata semua anggota dalam organisasi agar mampu bekerja dalam unit
kerja yang ada. Hal ini dilakukan untuk menetapkan pembagian kerja, hubungan
kerja, delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasinya.
3.
Pengarahan adalah suatu kegiatan
pembekalan yang dilakukan agar semua anggota dalam organisasi lebih efektif dan
efisien dalam membantu terwujudnya tujuan organisasi, unit kerja, perusahaan,
anggota dan masyarakat.
4.
Pengendalian merupakan suatu kegiatan
pemantauan yang dilakukan terhadap seluruh anggota dalam organisasi agar
menaati peraturan-peraturan organisasi yang telah ditetapkan dan bekerja sesuai
dengan rencana.
5.
Pengadaan (procurement) adalah suatu
proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan
karyawan atau anggota organisasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau
unit kerja.
6.
Pengembangan adalah suatu usaha yang
dilakukan oleh organisasi untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis,
konseptual, dan moral sumber daya manusia dalam organisasi. Dalam hal ini
pengembangan dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (formal dan informal)
yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik untuk memenuhi
kebutuhan saat ini maupun di masa mendatang.
7.
Kompensasi atau pemberian balas jasa
langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect).
8.
Pengintegrasian merupakan suatu fungsi
operasional yang dianggap sangat penting karena kegiatan ini dilaksanakan untuk
mempersatukan kepentingan organisasi dan kebutuhan sumber daya manusia (anggota
organisasi) agar tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan.
9.
Pemeliharaan dilakukan untuk meningkatkan
kondisi fisik, mental, dan loyalitas sumber daya organisasi sehingga selalu
mendukung tercapainya tujuan organisasi.
10.
Kedisiplinan merupakan salah satu fungsi
manajemen sumber daya manusia yang terpenting dan kunci bagi terwujudnya suatu
tujuan.
11.
Pemberhentian adalah putusnya suatu
hubungan kerja seseorang dengan suatu organisasi.
Menurut Notoatmodjo
(1998:11), ruang lingkup pengembangan sumber daya manusia di dalam suatu
organisasi mencakup tiga pokok kegiatan yang saling berkaitan yaitu:
a)
Perencanaan sumber daya manusia;
b)
2) Pendidikan dan pelatihan sebagai upaya
pengembangan sumber daya manusia;
c)
3) Manajemen sumber daya manusia.
Perencanaa sumber daya
manusia dilakukan untuk mengefektifkan penggunaan sumber daya manusia,
menyesuaikan kegiatan sumber daya manusia dengan tujuan organisasi, dapat
mengoordinasikan kegiatan-kegiatan manajemen sumber daya manusia, dan
mengembangkan sistem sumber daya manusia.
Pendidikan dan
pelatihan merupakan upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, terutama
untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian manusia. Sedangkan
manajemen sumber daya manusia adalah seni dalam merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi kegiatan-kegiatan sumber daya
manusia dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
B. Pengembangan Sumber
Daya Manusia dengan Menerapkan Manajemen Sumber Daya Manusia
1. Konsep
Manajemen Sumber Daya Manusia(MSDM)
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada
unsure sumber daya manusia. Adalah tugas manajemen sumber daya manusia untuk
mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan
pekerjaannya. Dengan demikian, kita dapat mengelompokkan tugas MSDM atas tiga
fungsi, yaitu fungsi manajerial: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian; fungsi operasional: pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja; fungsi ketiga adalah kedudukan MSDM dalam pencapaian tujuan organisasi
perusahaan secara terpadu.
2. Pengembangan
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Sumber Daya Manusia juga merupakan salah
satu faktor terpenting pada sebuah organisasi atau sebuah perusahaan apa lagi
dalam sebuah manajemen karena menurut Buchari Zainun (2001, hal. 17), manajemen
sumber daya manusia merupakan bagian yang penting, bahkan dapat dikatakan bahwa
manajemen itu pada hakikatnya adalah manajemen sumber daya manusia atau
manajemen sumber daya manusia adalah identik dengan manajemen itu sendiri.
Sumber daya manusia yang ada didalam suatu organisasi perlu pengembangan sampai
pada taraf tertentu sesuai dengan perkembangan organisasi. Apabila organisasi
ingin berkembang seyogyanya diikuti oleh pengembangan sumber daya manusia.
Pengembangan sumber
daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan yang
berkesinambungan. Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk pengembangaan
SDM, terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan kepribadian.
Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga yang
digunakan oleh suatu organisasi, sedangkan pelatihan lebih berkaitan dengan
peningkatan kemampuan atau keterampilan pekerja yang sudah menduduki suatu
jabatan atau tugas tertentu. Sumber daya sebagaimana disebutkan di atas, adalah
SDM strategis yang memberikan nilai tambah (added value) sebagai tolok ukur
keberhasilan bisnis. Kemampuan SDM ini merupakan competitive advantage dari
perusahaan. Dengan demikian, dari segi sumber daya, strategi bisnis adalah
mendapatkan added value yang maksimum yang dapat mengoptimumkan competitive
advantage. Adanya SDM ekspertis: manajer strategis (strategic managers) dan SDM
yang handal yang menyumbang dalam menghasilkan added value tersebut merupakan
value added perusahaan. Value added adalah SDM strategis yang menjadi bagian
dari human capital perusahaan.
SDM merupakan
investasi sangat berharga bagi sebuah organisasi yang perlu dijaga. Setiap
organisasi harus mempersiapkan program yang berisi kegiatan
yang dapat meningkatkan kemampuan dan
profesionalisme SDM supaya organisasi bisa bertahan dan berkembang sesuai
dengan lingkungan organisasi. Untuk mencapai produktivitas yang maksimum,
organisasi harus menjamin dipilihnya tenaga kerja yang tepat dengan pekerjaan
serta kondisi yang memungkinkan mereka bekerja optimal. Menurut Sedarmayanti
dalam Umar (2004:42) ciri-ciri SDM yang produktif adalah tampak tindakannya
konstruktif, percaya diri, mempunyai rasa tanggungjawab, memiliki rasa cinta
terhadap pekerjaannya, mempunyai pandangan jauh kedepan, dan mampu
menyelesaikan persoalan. Sedangkan menurut Tempe dalam Umar (2004:21) ciri-ciri
SDM yang produktif adalah cerdas dan dapat belajar dengan relatif cepat,
kompeten secara profesional, kreaktif dan inovatif, memahami pekerjaan, belajar
dengan cerdik, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam pekerjaan,
selalu mencari perbaikan- perbaikan, tetapi tahu kapan harus terhenti, dianggap
bernilai oleh atasannya, memiliki catatan prestasi yang baik, selalu
meningkatkan diri.
Siagian (1997:183)
mengemukakan bahwa, ada tujuh manfaat dari adanya pengembangan SDM, yaitu:
1.
Peningkatan produktifitas kerja
2.
Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan
3.
Tersedianya proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat
4.
Meningkatnya semangat kerja seluruh anggota dalam organisasi
5.
Mendorong sikap keterbukaan manajemen
6. Memperlancar
jalannya komunikasi yang efektif
7.
Penyelesaian konflik secara fungsional.
Simamora (1995:19)
mengatakan di dalam konsep SDM terdapat juga filosofi, yaitu:
1. Pegawai atau karyawan dipandang sebagai
investasi, jika dikelola dengan perencanaan yang baik akan memberikan imbalan
bagi organisasi dalam bentuk produktivitas yang lebih besar.
2. Manajer membuat berbagai kebijakan,
program dan praktik yang memuaskan baik bagi kebutuhan ekonomi maupun kepuasan
karyawan.
3. Manajer menciptakan lingkungan kerja
yang di dalamnya para pegawai didorong untuk menggunakan keahlian serta
kemampuan semaksimal mungkin.
3.
Program dan praktik personalia diciptakan
dengan tujuan agar terdapat keseimbangan antara kebutuhan karyawan dan
kebutuhan organisasi.5
C. Aspek Sumber Daya
Manusia dalam Studi Kelayakan Bisnis
Dalam
setiap pelaksanaan ide usaha, kita pasti memerlukan adanya aspek sumber daya
yang akan menjalankan usaha atau ide menjadi usaha. Dalam beberapa perencanaa
sumber daya manusia, perlu menganalisis hal-hal berikut:
1.
Desain Pekerjaan
Setelah penentuan
organisasi, maka kita akan menjalankan design pekerjaan apa saja yang
diperlukan untuk menjalankan organisasi. Perusahaan di bidang jasa akan sangat
berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, apalagi untuk
manufaktur teknologi tinggi.
2.
Deskripsi pekerjaan
Deskripsi pekerjaan
wajib dilakukan menggingat fungsi setiap departemen harus jelas, tidak terjadi
tumpang tindih dalam kegiatan pekerjaan dan menghindari adanya pengulangan
pekerjaan yang sama oleh bagian yang berbeda.
3. Job
value
Tujuan dari job value
adalah penentuan nilai jabatan dengan kapasitas atas orang yang diperlukan.
Nilai jabatannya akan dihubungkan dengan penghasilan yang akan diterima dengan
tunjangan-tunjangan yang akan diterima, termaksud juga kesempatan jenjang
karier.
4.
Kapasitas Sumber Daya Manusia
Kapasitas akan
menentukan produktivitas dan profitabilitas perusahaan, kapasitas yang sesuai
dengan kemampuan produksi perusahaan menjadi sanggat penting.
5. Recruitment
Pencarian sumber daya
manusia menjadi penting karena disinilah dimulainya tahapan pertama penggenalan
usaha kita. Sumber daya yang tepat akan bertumbuh di posisi yang tepat dalam
organisasi yang tetap.
Perusahaan
akan menentukan kriteria penyeleksian karyawan baru baik untuk nilai i ndeks prestasi waktu kuliah, harus
lulus psikologi test dan wawancara serta harus
lulus
test kesehatan.
Dalam
rekrutmen perusahaan juga harus menganut beberapa hal yang harus
diperhatikan
seperti misalnya:
a.
Pemberian kesempatan yang sama untuk semua
golongan dan ras.
b.
Pemberian kesempatan kepada kelompok
wanita untuk bisa serta kerja dengan kaum pria.
c.
Memperhatikan himbauan pemerintah setempat
untuk mempekerjakan karyawan yang berasal dari daerah setempat.
6.
Productivity
Setelah seseorang
bergabung dalam organisasi, maka produktivitas menjadi perhatian kita, karena
kontribusi positif daripada setiap individu akan menghasilkan organisasi yang
positif dan bertumbuh.
Sejalan dengan kapasitas yang sesuai, maka
produktivitas menjadi penting karena pengukuran produktivitas harus terpenuhi
agar perusahaan bisa melaksanakan efisiensi kerja.
7.
Training and Development
Sejalan dengan
tuntutan lingkungan dan perkembangan teknologi, maka setiap sumber daya
semestinya diberikan pelatihan dan pengembangan yang sesuai dengan tuntutan
jaman dan pekerjaan. Pelatihan dan pengembangan juga membawa apresiasi kepada
sumber daya manusia karena merasa dihargai dan dibimbing.
Pelatihan bisa
diberikan dalam bentuk soft skill dan hard skill. Soft skill adalah pelatihan
untuk memperkaya pengetahuan karyawan akan hal-hal yang berhubungan
dengan personal karyawan seperti motivasi.
Hard skill lebih kepada pelatihan yang berhubungan langsung dengan pekerjaan
agar bisa bekerja lebih lagi dari waktu ke waktu.
8. Performance
Appraisal
Biasanya dalam masa
setahun, setiap karyawan akan mengalami masa-masa konsultasi dengan mendapatkan
umpan balik dari kinerja yang dicapai selama masa waktu tertentu. Dalam
penilaian karyawan ini, yang dinilai tidak semata-mata pencapaian hasil
kuantitatif tapi juga faktor-faktor proses dan kuantitas lainnya. Yang akan
dinilai ada faktor kepuasan konsumen, cara manajemen dan juga kerjasama team.
9.
Compensation and Benefit
Dalam setiap industry
pasti terdapat struktur kompetisi yang akan diberikan kepada karyawannya yang
terbaik. Selain gaji dasar, perusahaan juga akan memberikan tunjangan-tunjangan
yang disesuaikan dengan tingkat jabatan dan kompetisi di pasar. Biasanya juga
karyawan yang berprestasi bagus akan diberikan bonus pada akhir tahun.
10.
Career Planning
Selain pengembangan
akan kemampuan karyawan, perlu diperhatikan juga pengembangan karir yang akan
dicapai karyawan. Sebelum penentuan karir, perusahaan biasanya juga akan
mengkategorikan karyawan kedalam beberapa kelompok.
Kompensasi dan
tunjangan-tunjangan bukan satu-satunya yang dicari karyawan, mereka juga ingin
mencapai kemajuan untuk dipromosikan ke jabatan yang semakin tinggi maka
diperlukan sebuah perencanaan karir yang lebih jelas untuk setiap individu yang
ada dalam perusahaan khususnya untuk karyawan yang sangat bagus.
11.
Retrenchment (penghematan)
Setelah seorang karyawan berbakti dalam
waktu tertentu, maka karyawan juga akan memasuki tahapan berpisah yakni
pension. Dalam hal pemutusan hubungan kerja ini, perusahaan semestinya
memberikan kompensasi yang sesuai baik itu uang jasa maupun uang pisah sesuai
dengan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam rangka
mengembangkan dan mempertahankan karyawan agar karyawan tidak mudah tertarik
untuk pindah kerja ke perusahaan lain, selain memberikan kompensasi dan
tunjangan, karyawan juga bisa di motivasi dengan:
a.
Memperluas cakupan pekerjaan (job
enlargement)
b.
Rotasi pekerjaan (job rotation)
c.
Pemberdayaan dan partisipasi manajemen
Pada
saat ini, perusahaan memiliki dua jenis kerjasama dengan karyawan yakni:
a.
Karyawan telah berpengalaman kerja
biasanya akan diterima dengan memberikan masa percobaan selama 3 bulan untuk
melihat prestasi kerjanya.
b.
Karyawan yang belum berpengalaman akan
diterima dengan masa kerja kontrak untuk masa tertentu seperti 12 bulan
misalnya. Kontrak bisa diperpanjang dengan maksimal satu kali untuk jangka
waktu yang sama dengan sebelumnya.
Selain kedua tipe
tersebut, beberapa perusahaan menempuh cara out sourcing untuk pekerjaan yang
dianggap penting, biasanya out sourcing yang dilakukanseperti untuk bagian
keamanan perusahaan,bagian general affair tetapi ada juga untuk bagian
pembayaran gaji.
Semua hal tersebut
dilakukan harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dimana saat ini
yang berlaku adalah Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.6
BAB III
PENUTUPAN
IV. Kesimpulan
Sumber
Daya Manusia adalah seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha
pencapaian tujuan organisasi. Selain itu SDM merupakan salah satu unsur masukan
(input) yang bersama unsur lainnya seperti modal, bahan, mesin, dan
metode/teknologi diubah menjadi proses manajemen menjadi keluaran (output)
berupa barang atau jasa dalam usaha mencapa tujuan perusahaan.
Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang
memfokuskan diri pada unsure sumber daya manusia. Adalah tugas manajemen sumber
daya manusia untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga
kerja yang puas akan pekerjaannya.
Pengembangan
sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan
yang berkesinambungan. Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk
pengembangaan SDM, terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan
kepribadian. Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon
tenaga yang digunakan oleh suatu organisasi, sedangkan pelatihan lebih
berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan pekerja yang sudah
menduduki suatu jabatan atau tugas tertentu.
Dalam
setiap pelaksanaan ide usaha, kita pasti memerlukan adanya aspek sumber daya
yang akan menjalankan usaha atau ide menjadi usaha. Dalam beberapa perencanaa
sumber daya manusia, perlu menganalisis hal-hal berikut, yaitu desain
pekerjaan, deskripsi pekerjaan, job value, kapasitas sumber daya manusia,
recruitment, productivity, training and recruitment, performance appraisal,
compensation and benefit, career planning, serta retrenchment.
DAFTAR
PUSTAKA
Arif, Ahmad Kholiq.
2008. Meningkatkan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara.
Tangkilisan, Hessel
Nogi S. 2005. Manajemen Publik. Jakarta: Grasindo.
Umar, Husein. 1997.
Riset SDM dalam Organisasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
http://www.katailmu.com/2013/10/pengertian-dan-peranan-sumber-daya.html diakses
pada tanggal 25-10-2014 pukul 15.37 WIB
http://universitasperadaban.wordpress.com/2011/10/15/aspek-sdm-dalam-studi-kelayakan-bisnis/
diakses pada tanggal 26-10-2014 WIB
http://shelmi.wordpress.com/2013/06/12/skb-bagian-4-aspek-manajemen-dan-sdm/
diakses tanggal 24-10-2014 pukul 21.28 WIB






0 komentar:
Posting Komentar